Sekilas Tentang WHV dan Tujuan Jangka Panjang
Work and Holiday Visa (WHV) adalah jenis visa sementara yang memberikan kesempatan kepada warga negara tertentu berusia 18–30 tahun (atau hingga 35 tahun, tergantung kebangsaan) untuk tinggal di Australia hingga 12 bulan sambil bekerja atau berlibur. Tujuan utama visa ini adalah untuk mendukung pertukaran budaya dan memperkuat hubungan bilateral antarnegara.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pemegang WHV yang kemudian tertarik untuk menetap lebih lama di Australia dan mengubah status visanya menjadi Permanent Residency (PR). Hal ini dapat terjadi karena alasan pekerjaan, peluang pendidikan, hingga hubungan personal yang terjalin selama masa tinggal.
Jalur Menuju PR Berdasarkan Profil Pemegang WHV
1. Pemegang WHV dengan Pengalaman Kerja di Bidang Terampil
Bagi yang telah bekerja di bidang terampil (seperti hospitality, konstruksi, pertanian, perawatan lansia, dll.), terdapat peluang untuk mengajukan visa berbasis keterampilan. Pengalaman kerja yang diperoleh selama WHV, apabila relevan, dapat digunakan sebagai bagian dari persyaratan.
Jalur yang dapat dipertimbangkan:
– Skilled Independent Visa (Subclass 189)
– Skilled Nominated Visa (Subclass 190)
– Skilled Work Regional Visa (Subclass 491)
Penting untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut termasuk dalam daftar skilled occupation dan memenuhi persyaratan untuk asesmen keterampilan (skills assessment).
2. Pemegang WHV yang Memiliki Sponsor dari Pemberi Kerja
Apabila terdapat pemberi kerja yang bersedia menjadi sponsor dan memenuhi persyaratan tertentu, pemegang WHV dapat mempertimbangkan jalur Employer Sponsored.
Beberapa opsi visa yang tersedia:
– Skills in Demand Visa (Subclass 482)
– Employer Nomination Scheme Visa (Subclass 186)
– Skilled Employer Sponsored Regional Visa (Subclass 494)
Jalur ini umumnya cocok bagi individu yang telah menjalin hubungan kerja profesional selama masa WHV dan menunjukkan kontribusi positif di tempat kerja.
3. Pemegang WHV yang Memiliki Hubungan Personal dengan Warga Negara atau PR Australia
Pemegang WHV yang menjalin hubungan sah (pernikahan atau de facto) dengan warga negara Australia atau pemegang PR Australia, dapat mengajukan visa keluarga atau pasangan.
Jenis visa yang dapat dipertimbangkan:
– Partner Visa Onshore (Subclass 820/801)
– Partner Visa Offshore (Subclass 309/100)
– Prospective Marriage Visa (Subclass 300)
Proses aplikasi memerlukan bukti hubungan yang sah dan konsisten, serta tidak mempersyaratkan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja tertentu.
Pertanyaan Umum Seputar Transisi dari WHV ke PR
a. Apakah pengalaman kerja selama WHV dapat digunakan untuk pengajuan PR?
Ya, selama pengalaman tersebut relevan dengan jenis pekerjaan yang terdaftar dalam daftar keterampilan (skilled occupation list) dan memenuhi persyaratan minimum jam kerja, maka dapat diperhitungkan.
b. Apakah perlu memperpanjang WHV agar dapat mengajukan PR?
Memperpanjang WHV hingga WHV kedua atau ketiga dapat memberikan waktu tambahan untuk memenuhi syarat pengalaman kerja atau menyelesaikan studi tambahan. Namun, ini bersifat strategis dan tergantung pada jalur visa yang akan ditempuh.
c. Apakah bisa mengajukan PR tanpa sponsor dari pemberi kerja?
Bisa. Jalur Skilled Independent Visa (189) dan Skilled Nominated Visa (190) tidak memerlukan sponsor. Namun, pemohon harus memenuhi sistem poin minimal (umumnya 65 poin atau lebih) dan mendapatkan undangan untuk mengajukan visa.
d. Apakah perlu memiliki latar belakang pendidikan tertentu?
Beberapa jalur visa mensyaratkan kualifikasi akademik atau kejuruan tertentu, terutama yang berbasis keterampilan. Namun, untuk visa pasangan atau sponsor dari pemberi kerja, kualifikasi dapat digantikan dengan pengalaman kerja yang relevan dan dukungan dari pihak sponsor.
Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengajukan PR
Agar proses transisi dari WHV ke PR berjalan lancar, berikut beberapa aspek yang perlu dipersiapkan:
– Dokumen pengalaman kerja: Bukti kontrak kerja, slip gaji, dan referensi dari pemberi kerja.
– Kualifikasi akademik: Sertifikat pendidikan dan hasil asesmen keterampilan (jika diperlukan).
– Kemampuan bahasa Inggris: Hasil tes IELTS, PTE, atau TOEFL yang masih berlaku.
– Riwayat tinggal dan aktivitas selama di Australia: Termasuk tempat kerja, lokasi tinggal, serta visa sebelumnya.
– Dokumen hubungan (untuk visa pasangan): Bukti tinggal bersama, korespondensi, dan dukungan dari keluarga atau teman.
Menentukan Jalur PR yang Tepat
Setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan jalur menuju Permanent Residency (PR) sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang. Evaluasi menyeluruh terhadap kualifikasi, pengalaman kerja, rencana jangka panjang, serta tujuan tinggal di Australia sangat penting sebelum mengambil keputusan akhir.
Bagi yang membutuhkan panduan lebih lanjut, konsultasi dengan konsultan migrasi atau pengacara yang terdaftar secara resmi dapat membantu dalam merumuskan langkah strategis yang sesuai dengan situasi aktual. INTEGRITY Lawyers merupakan satu-satunya firma hukum asal Indonesia yang terdaftar dan memiliki izin praktik resmi di Australia. Untuk informasi lebih lanjut, tersedia layanan konsultasi yang dapat diakses sesuai kebutuhan.






















6 Responses
I have son in ausi with whv holder and i need advise for the next opportunity in ausi
I prefer he apply atusent visa so he can continue his master
But i dont know yet about how much we have money to get visa student
I have a daughter staying in aussie more than six years. She stays in regional. Now she has a graduate visa. She wants to get PR, Can she get it without second higher education work stream!
Bisa tdk yg sdh umur diatas 50 an mengajukan WHV
tidak bisa kak, karena syarat WHV maksimal umur 30 Tahun..
Jalur Skilled Independent Visa (189) itu seperti apa? apacukup dengan melampirkan bukti surat pengalaman kerja?
Anyone , help me for give the job in aussie….i am very interest. thanks before…