“Bayangkan seseorang yang datang ke Australia 10 tahun lalu dengan visa kerja sementara. Ia kini sudah menikah, memiliki 2 orang anak, membeli rumah, bahkan menjalankan usaha kecil bersama pasangannya. Dalam pandangannya, hidupnya sudah “mapan” dan “aman” secara hukum. Namun, ketika ditanya oleh pengacara imigrasi, ia baru sadar bahwa status visanya masih berupa visa sementara, dan beberapa aktivitas yang ia lakukan belakangan ternyata tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi visa yang ia miliki.”
Kisah tersebut bukan hal yang jarang terjadi. Banyak warga Indonesia yang tinggal di Australia selama bertahun-tahun merasa bahwa status hukumnya sudah “aman” karena kehidupan sehari-hari berjalan seperti biasa. Mereka sudah bekerja, menyewa atau memiliki rumah, memiliki pasangan, bahkan membangun keluarga di Australia.
Namun, lamanya seseorang tinggal di Australia tidak selalu berarti status imigrasi dan posisi hukumnya sudah sesuai dengan kondisi kehidupan saat ini.
Perubahan pekerjaan, hubungan keluarga, kepemilikan aset, maupun rencana jangka panjang dapat membuat seseorang perlu kembali melihat apakah status visa dan pengaturan hukumnya masih tepat.
Visa Bukan Sekadar Izin untuk Tinggal
Bagi seseorang yang tinggal di Australia dengan visa sementara, penting untuk memahami bahwa visa tidak hanya menentukan berapa lama seseorang boleh berada di Australia. Setiap visa dapat memiliki visa conditions yang mengatur hak dan kewajiban pemegangnya, termasuk dalam hal pekerjaan, aktivitas yang diperbolehkan, maupun kewajiban tertentu. Hal ini diatur dalam Migration Act 1958 dan Migration Regulations 1994.
Sebagai gambaran umum, beberapa kondisi visa yang sering dijumpai antara lain condition 8101 yang melarang pemegang visa tertentu untuk bekerja, condition 8501 yang mewajibkan kepemilikan asuransi kesehatan selama di Australia, atau condition 8103 yang membatasi jenis pekerjaan yang boleh dilakukan pemegang visa. Setiap jenis visa memiliki kombinasi kondisi yang berbeda, dan pemegang visa bertanggung jawab untuk memastikan seluruh kondisi tersebut tetap dipenuhi selama masa berlaku visa.
Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya “Apakah visa masih berlaku?”, tetapi juga “Apakah aktivitas dan kondisi kehidupan saat ini masih sesuai dengan visa yang dimiliki?”
Sebagai contoh, seseorang yang awalnya datang ke Australia untuk bekerja mungkin kemudian berganti pekerjaan, mengubah bidang pekerjaan, atau mulai menjalankan bisnis. Dari sisi kehidupan sehari-hari, perubahan tersebut mungkin terasa biasa. Namun, dari perspektif hukum imigrasi, perlu dipastikan bahwa aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan kondisi visa yang berlaku.
Hal yang sama berlaku ketika seseorang mulai mempertimbangkan untuk berpindah dari temporary visa menuju permanent residency. Rencana tersebut sebaiknya tidak hanya dipikirkan ketika visa saat ini hampir berakhir, tetapi menjadi bagian dari perencanaan status imigrasi jangka panjang.
Risiko Jika Kondisi Visa Tidak Lagi Terpenuhi
Banyak orang yang menganggap enteng terkait kondisi visa atau bahkan tidak menyadari adanya kondisi tersebut. Pelanggaran terhadap kondisi visa dapat berujung pada pembatalan visa (visa cancellation) oleh Menteri Imigrasi atau pejabat yang berwenang lainnya berdasarkan Migration Act 1958. Pembatalan visa dapat berdampak jauh lebih luas dari sekedar kehilangan status tinggal, termasuk potensi periode larangan masuk kembali ke Australia (exclusion period) dan konsekuensi terhadap permohonan visa di masa depan.
Hal yang perlu digarisbawahi adalah pembatalan visa tidak selalu terjadi karena kesengajaan. Dalam banyak kasus, hal ini seringkali terjadi karena pemegang visa tidak menyadari bahwa adanya perubahan, seperti berganti pekerjaan atau mulai berbisnis, dapat dikategorikan sebagai tindakan menyimpang dari kondisi visa yang berlaku. Karena itu, meninjau kembali posisi hukum secara berkala jauh lebih baik dilakukan sejak awal, bukan ketika muncul masalah.
Ketika Kehidupan Berubah, Posisi Hukum Perlu Ditinjau
Dalam beberapa tahun, banyak hal dapat berubah dalam kehidupan seseorang. Seseorang mungkin menikah atau berpisah dengan pasangan, memiliki anak, berpindah pekerjaan atau bidang usaha, mulai memiliki atau membeli properti, menjalankan bisnis, atau memperoleh aset di Australia maupun Indonesia. Perubahan tersebut tidak selalu berarti seseorang harus mengajukan visa baru. Namun, perubahan keadaan tertentu dapat memiliki konsekuensi terhadap posisi imigrasi maupun aspek hukum lainnya.
Misalnya, perubahan hubungan dengan pasangan dapat berkaitan dengan status visa sekaligus menimbulkan persoalan mengenai aset, tempat tinggal, atau tanggung jawab terhadap anak. Demikian pula, seseorang yang mulai memiliki bisnis atau aset di Australia dapat memiliki kewajiban hukum yang berbeda dibandingkan dengan ketika kehidupannya masih berpusat pada pekerjaan sebagai karyawan.
Oleh karena itu, ketika kondisi kehidupan sudah jauh berbeda dari saat pertama kali datang ke Australia, penting untuk memastikan bahwa status hukum yang dimiliki masih sejalan dengan keadaan saat ini.
Tinggal Lama Tidak Sama dengan Menjadi Permanent Resident
Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa seseorang yang sudah tinggal di Australia selama bertahun-tahun secara otomatis memiliki posisi yang semakin dekat dengan permanent resident.
Faktanya, temporary visa dan permanent visa merupakan status hukum yang berbeda. Lamanya seseorang tinggal di Australia tidak dengan sendirinya mengubah temporary visa menjadi permanent residency.
Seseorang dapat saja telah tinggal di Australia selama bertahun-tahun, memiliki pekerjaan tetap, membeli rumah, dan membangun keluarga di sana, tetapi secara hukum tetap berstatus sebagai pemegang temporary visa.
Jalur menuju permanent residency sendiri cukup beragam tergantung situasi masing-masing, mulai dari jalur pekerjaan (skilled visa), jalur sponsor perusahaan (employer-sponsored visa), hingga jalur pasangan (partner visa). Bagi setiap orang yang memang ingin menetap di Australia dalam jangka panjang, penting untuk memahami posisi imigrasi saat ini dan jalur mana, jika ada, yang paling sesuai dengan situasi masing-masing individu.
Status Imigrasi Tidak Berdiri Sendiri
Semakin lama seseorang membangun kehidupan di Australia, semakin banyak aspek hukum yang dapat saling berkaitan dengan status imigrasi, mulai dari hubungan keluarga, pekerjaan, bisnis, kepemilikan properti, hingga aset yang berada di Indonesia dan Australia sekaligus.
Seseorang yang menikah dan memiliki anak di Australia mungkin perlu mempertimbangkan persoalan imigrasi bersamaan dengan aspek hukum keluarga. Seseorang yang membeli properti perlu memahami struktur kepemilikan dan kewajiban hukum yang menyertainya. Sementara seseorang yang mulai menjalankan bisnis perlu memastikan struktur usahanya sesuai dengan status imigrasi yang dimilikinya.
Bagi warga Indonesia yang memiliki kehidupan dan aset di dua negara, persoalan tersebut dapat menjadi lebih kompleks karena dapat melibatkan lebih dari satu sistem hukum. Dengan demikian, status imigrasi sebaiknya tidak dilihat sebagai persoalan yang berdiri sendiri, terutama ketika seseorang sudah membangun kehidupan jangka panjang di Australia.
Kapan Status Hukum Perlu Ditinjau Kembali?
Peninjauan terhadap status imigrasi dan posisi hukum tidak harus menunggu sampai muncul masalah atau visa hampir berakhir.
Momen yang tepat untuk melakukan review dapat menjadi relevan ketika terjadi perubahan besar dalam kehidupan, seperti perubahan pekerjaan, pernikahan atau perpisahan, kelahiran anak, dimulainya aktivitas bisnis, kepemilikan properti atau aset, atau ketika seseorang mulai merencanakan untuk menetap secara permanen di Australia.
Tujuannya tidak selalu untuk segera mengajukan visa baru atau mengambil tindakan hukum tertentu. Yang lebih penting adalah memahami posisi hukum saat ini, kewajiban yang harus dipenuhi, serta apakah diperlukan langkah tertentu untuk menyesuaikannya dengan kondisi dan rencana masa depan.
Pada akhirnya, tinggal di Australia selama bertahun-tahun bukan hanya soal berapa lama seseorang sudah berada di sana. Yang juga penting adalah memastikan bahwa status imigrasi dan posisi hukum yang dimiliki tetap sesuai dengan kehidupan yang sedang dijalani.
Jika telah lama tinggal di Australia dan mengalami perubahan dalam pekerjaan, hubungan keluarga, aktivitas usaha, atau kondisi kehidupan lainnya, penting untuk memahami bagaimana perubahan tersebut dapat memengaruhi posisi hukum.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai status imigrasi dan kondisi hukum di Australia, silakan menghubungi INTEGRITY Lawyers.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan nasihat hukum. Setiap situasi memiliki kondisi dan konsekuensi hukum yang berbeda.





















