Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Pagi ini ulun mendapatkan pesan duka, bahwa K.H. M. Ridwan (Guru Kapuh) telah berpulang ke haribaan Illahi Robbi. Kabar itu masih mengejutkan. Sehari sebelumnya, ulun masih menanyakan kondisi Abah Guru, dan mendapatkan kabar bahwa, “Saat ini Beliau perawatan intensif”. Tidak ada firasat apa-apa, saya masih optimis Beliau akan sembuh. Hari ini kabar duka itu datang. Sedih dan kehilangan tak terkira ulun rasakan.
Guru Kapuh adalah salah satu ulama luar biasa yang banyak memberikan nasihat dan doa kepada kami. Sejak awal berkeliling kepada para alim ulama, ulun sudah berkunjung ke rumah sidin di Kandangan. Pada kesempatan awal, bahkan Beliau langsung mengajak saya ikut menghadiri majelis sidin. Duduk terhormat di samping Guru Kapuh, Beliau berkenan mengenalkan ulun ke hadapan ribuan majelis yang memadati pengajiannya.
Sebelum mengenalkan, dengan sangat santun Beliau bertanya, “Bolehkah ulun kenalkan pian?”
Masya Allah, alangkah tinggi adab Beliau, bahkan untuk mengenalkan ulun pun, Beliau dengan sopan meminta izin dulu. Padahal, tentu saja ulun merasa terhormat dan sangat berkenan dikenalkan di hadapan jamaah. Maka meluncurlah kalimat-kalimat indah dari mulut Beliau. Sehingga ulun yang duduk di sampingnya agak tersipu karena malu atas perkenalan dan pujian Beliau.
Seterusnya, ada beberapa kali lagi kami bertemu. Seringkali dalam kunjungan ulun ke arah Banua Enam, ketika melewati Kandangan, ulun sempatkan untuk singgah ke rumah Beliau. Meskipun tidak jarang mendadak, karena tergantung waktu ketika lewat daerah Kapuh, Guru selalu saja memberikan kesempatan untuk kami bersilaturahmi. Sesibuk apapun Beliau, adab menghormati tamu selalu Beliau junjung dan contohkan.
Dalam beberapa kesempatan bertemu itu, ada satu kisah dimana ulun meminta perkenan Beliau untuk bersama maju sebagai Calon Wakil Gubernur. Saat itu memang awal pencalonan, kami belum mendapatkan kepastian menjadi kandidat. Dari hasil diskusi dan meminta pandangan beberapa tokoh agama dan masyarakat, nama Guru Kapuh direkomendasikan untuk menjadi Wakil Gubernur.
Ulun memutar otak bagaimana menyampaikan hajat tersebut kepada Guru. Karena ada rasa berat menyampaikan rencana tersebut. Khawatir disalahpahami sebagai tidak menghormati Beliau. Guru Kapuh tentu saja Ulama yang punya kapasitas dan integritas yang luar biasa, sehingga layak menjadi pemimpin di Banua. Akhirnya, dengan mengucap bismillah, ulun datang ke rumah Beliau dan menyampaikan maksud tersebut.
Guru Kapuh menanggapi dengan ramah dan santun. Tanpa mempermalukan Beliau mengatakan masih sangat menikmati perannya sebagai ulama, dan belum terpikir masuk ke dalam dunia politik.
“Amanah Abah Guru sekumpul, ulun fokus di dakwah dan pendidikan. Itu bidang ulun. Rasanya kada cocok bila berpolitik praktis. Cukup ulun mendukung pian dengan doa. Meskipun kada kawa terbuka, karena harus menjaga umat, ulun beharap banar juwa”.
Kalimat bijak Guru Kapuh itu meskipun tidak berkenan menjadi Wakil Gubernur, tetap disampaikan penuh dengan senyum santun dan karenanya menyejukkan. Posisi Beliau sebagai ulama yang Beliau pertahankan harus dihormati. Termasuk pilihan sikap untuk tidak mendukung secara terbuka, untuk menjaga umat agar tidak terbelah, adalah sikap bijak yang menunjukkan kebajikan Guru Kapuh.
Lalu Beliau menyarankan pilihan Wagub dilakukan dengan melalui sholat istikhorah yang mengundang beberapa ulama terkemuka Banua, dan Beliau berkenan untuk ikut hadir dan bergabung dalam ikhtiar tersebut. Pada akhirnya, Guru Kapuh juga memberikan rekomendasi nama calon Wakil Gubernur hasil pemikiran Beliau, intinya Guru Kapuh terlibat dan aktif mendoakan ikhtiar kami.
Satu hal yang juga kami perbincangkan setiap bertemu adalah, ikhtiar mengajak masyarakat untuk berjuang melawan politik uang. Bukan hanya dengan ucapan, Guru Kapuh jelas mencontohkan bahwa politik uang harus dilawan, karena membawa kemudharatan dan mengundang bala bencana. Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Guru Kapuh mengeluarkan surat himbauan 2 November 2020 yang tegas melarang money politics, hukumnya haram baik bagi pemberi, perantara maupun penerima. Beliau menyatakan:
“Ketiganya diancam dengan laknat oleh Allah SWT. Risywah hukumnya tetap haram. Sekalipun menggunakan istilah hadiah, hibah, tanda terimakasih, maupun bantuan sosial. Apalagi diiringi ajakan memilih pasangan calon tertentu”.
Ketika terakhir bertemu di rumah Beliau menjelang pemungutan suara ulang, karena ada sedikit rezeki, tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, ulun titipkan sedikit untuk membantu pesantren Beliau. Saya tidak menyerahkan langsung, karena memang tidak terbiasa. Anak saya Varis Haydar Rosyidin yang saya minta memberikan. Tetapi sebagaimana dugaan saya, Guru Kapuh dengan halus tidak menerimanya, karena mengerti dana perjuangan kami yang memang tidak seberapa dan terbatas. Beliau hanya tersenyum, dan meminta dana itu digunakan untuk perjungan pemilihan gubernur saja.
Saya belum lagi bertemu Guru Kapuh, pesan terakhir yang Beliau kirimkan kepada kami melalui santrinya,
“Sampaikan Haji Denny, sidin tetap akan mendapatkan aliran pahala amal jariah, karena ikhtiarnya memperjuangkan pilgub kalsel yang bersih dari politik uang. Itu pahalanya terus mengalir, karena merupakan pendidikan yang sangat bermanfaat bagi rakyat Kalsel”.
Kesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan Guru Kapuh kini telah tiada. Namun ajaran dan suri tauladan Beliau sebagai Guru yang digugu dan ditiru, akan terus membekas jauh dalam dalam relung sanubari kita yang merindukan Guru-Guru yang istiqomah berjuang di jalan dakwahnya, istiqomah dan teguh memegang prinsip ajaran agama sebagaimana dicontohkan baginda Rasullah Muhammad SAW.
Guru Kapuh telah berpisah dengan kita dan dunia fana, tetapi beliau tersenyum bahagia karena telah berkumpul dengan Abah Guru Sekumpul, Guru Zuhdi, dan Habibullah Muhammad SAW. Selamat berkumpul Guru, doakan kami bisa berkunjung dan bergabung juwa lawan pian seberataan kelak di surga Allah SWT. Amin… (*)
Bogor, 11 Agustus 2021
Haji Denny
2 Responses
Subhanallah, semoga kita bisa mengikuti dan melaksanakan ajaran beliau
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amiiin.